Dalam Naungan Damai yang Tidak Terusik

on 8.10.2012

Untuk Rohingya

Tuhan Tuhan
Siapa menuhankan Tuhan
Ketika masih ada jejak kebengisan yang tertinggal
Dari sekian tahun kita dikutuk oleh abad yang kelam
Perang berkepanjangan dan manusia menjadi korban lagi
Darah membanjiri kemurnian alam
Dan apakah masih harus berlanjut juga di abad ini
Setelah sekian tahun manusia hidup dan bermimpi
Tanpa adanya penindasan dan penjajahan dalam bentuk apapun
Bukankah jauh lebih indah hidup yang sederhana saja
Dalam naungan damai yang tidak terusik

Terakhir di Myanmar
Kenduri air mata Rohingya menyentak nurani dunia
Kebengisan jenis apa yang tepat untuk menyebutnya
Tidak jauh berbedah nasib sapi perah dengan nyawa manusia
Konflik komunal dan horizontal telah berhasil menodai kesetiaan kita
Kesetiaan antara langit dan bumi
Kesetiaan antara siang dan malam
Kesetian antara saya dan kamu
Sebagai saudara yang setia pada kebenaran dan keadilan

Apakah sebutan manusia tidak mengikatmu sebagai saudara
Apakah tidak cukup konflik Poso dan Ambon sebagai bukti
Apakah kasus Bosnia belum mampu menyadarkan mata dunia

Persetan dengan Tuhan
Persetan dengan agama
Jika sebutan manusia tidak mengikatmu sebagai saudara

Dari kota Makassar
Aku kabarkan sastra kepedihan dan sekumpulan semangat untuk saudara kita di Rohingya

11 Agustus 2012

0 komentar:

Posting Komentar

8.10.2012

Dalam Naungan Damai yang Tidak Terusik

Diposting oleh Jejak Sajak di 09.51

Untuk Rohingya

Tuhan Tuhan
Siapa menuhankan Tuhan
Ketika masih ada jejak kebengisan yang tertinggal
Dari sekian tahun kita dikutuk oleh abad yang kelam
Perang berkepanjangan dan manusia menjadi korban lagi
Darah membanjiri kemurnian alam
Dan apakah masih harus berlanjut juga di abad ini
Setelah sekian tahun manusia hidup dan bermimpi
Tanpa adanya penindasan dan penjajahan dalam bentuk apapun
Bukankah jauh lebih indah hidup yang sederhana saja
Dalam naungan damai yang tidak terusik

Terakhir di Myanmar
Kenduri air mata Rohingya menyentak nurani dunia
Kebengisan jenis apa yang tepat untuk menyebutnya
Tidak jauh berbedah nasib sapi perah dengan nyawa manusia
Konflik komunal dan horizontal telah berhasil menodai kesetiaan kita
Kesetiaan antara langit dan bumi
Kesetiaan antara siang dan malam
Kesetian antara saya dan kamu
Sebagai saudara yang setia pada kebenaran dan keadilan

Apakah sebutan manusia tidak mengikatmu sebagai saudara
Apakah tidak cukup konflik Poso dan Ambon sebagai bukti
Apakah kasus Bosnia belum mampu menyadarkan mata dunia

Persetan dengan Tuhan
Persetan dengan agama
Jika sebutan manusia tidak mengikatmu sebagai saudara

Dari kota Makassar
Aku kabarkan sastra kepedihan dan sekumpulan semangat untuk saudara kita di Rohingya

11 Agustus 2012

0 komentar on "Dalam Naungan Damai yang Tidak Terusik"

Posting Komentar