Semua Berawal dari Sini

on 9.16.2012
Malam ini belum terlalu larut. Masih ada seribu bintang dan dingin belum terlalu kejam. Dinding kamarku masih menempel rapi poster Ernesto Guevara dan beberapa catatan abadi masih menghiasi dinding kamarku. Lantaikupun masih berserakan tulisan yang belum sempat kurampungkan. Celana dalam seminggu lalu juga belum sempat aku masukkan dikeranjang pakaian kotor. Dengan sedikit bahagia aku membuka pintu kamarku dan menyerahkan diriku pada kasur yang selalu terasa empuk aku tiduri. 

Mata terpejam tapi pikiran tetap menjelajah pada bayangan beberapa perjalanan rahasia seminggu belakangan ini. Betapa tidak. perempuan senja dilorong itu, pelayaran misterius tentang suku yang hampir punah di pulau ambangisu dan terakhir kisah juli yang baru berakhir di desember ini. Kesemuanya menjadi fragmen yang saling terkait. Semacam oases dalam diri yang masih remaja ini.

***

Berlanjut di pagi buta. Di luar udara masih sangat dingin. Kukucek mataku dan kuarahkan pandangan pada jam weker yang masih berkutat di jam 4 dini hari. Pintu digedor  dan samar kudengar suara seorang lelaki. Membentak.

"Awa, bangun. katanya dari balik pintu.

Hanya suara itu yang kudengar selebihnya semacam diskusi kecil yang membahas tentang apa dan siapa. aku meleleh di pembaringan. Sedikit takut namun selebihnya aku nampak tenang saja. Berdiri dan berjalan menuju pintu. Kubuka dan kain hitam menyekap kepalaku. sedikit pukulan di tengkuk membuatku tidak sadarkan diri. Pingsan.

Saat aku sadar, semua terasa aneh. ada beberapa pasang mata menatapku. di ruang yang masih aneh bagiku ini ada beberapa benda asing, Laptop putih tergeletak disampingku dan photo perempuan senja dilorong itu tepat diatas dadaku. Aku baru sadar ternyata kelompok radikal yang menai dirinya kelompok sosialisme prolateral inilah yang kemarin aku temui di warkop. Beberapa diantara mereka aku sempat aku lihat di tayangan berita beberapa malam yang lalu. Dia seorang aktivis yang terkenal keras dalam mengkritik pemerintah.

Kamu tahu mengapa harus dibawa kemari? tanya seorang lelaki yang belakangan aku tahu bernawa Warta. tidak jawabku dengan sedikit melototi matanya.
Tulisanmu di beberapa terlalu keras. Itu mengancam beberapa rencana besar kelompok kami.

Kamu tahu bahawa negara ini sedang menghadapi

#berlanjut

0 komentar:

Posting Komentar

9.16.2012

Semua Berawal dari Sini

Diposting oleh Jejak Sajak di 23.48
Malam ini belum terlalu larut. Masih ada seribu bintang dan dingin belum terlalu kejam. Dinding kamarku masih menempel rapi poster Ernesto Guevara dan beberapa catatan abadi masih menghiasi dinding kamarku. Lantaikupun masih berserakan tulisan yang belum sempat kurampungkan. Celana dalam seminggu lalu juga belum sempat aku masukkan dikeranjang pakaian kotor. Dengan sedikit bahagia aku membuka pintu kamarku dan menyerahkan diriku pada kasur yang selalu terasa empuk aku tiduri. 

Mata terpejam tapi pikiran tetap menjelajah pada bayangan beberapa perjalanan rahasia seminggu belakangan ini. Betapa tidak. perempuan senja dilorong itu, pelayaran misterius tentang suku yang hampir punah di pulau ambangisu dan terakhir kisah juli yang baru berakhir di desember ini. Kesemuanya menjadi fragmen yang saling terkait. Semacam oases dalam diri yang masih remaja ini.

***

Berlanjut di pagi buta. Di luar udara masih sangat dingin. Kukucek mataku dan kuarahkan pandangan pada jam weker yang masih berkutat di jam 4 dini hari. Pintu digedor  dan samar kudengar suara seorang lelaki. Membentak.

"Awa, bangun. katanya dari balik pintu.

Hanya suara itu yang kudengar selebihnya semacam diskusi kecil yang membahas tentang apa dan siapa. aku meleleh di pembaringan. Sedikit takut namun selebihnya aku nampak tenang saja. Berdiri dan berjalan menuju pintu. Kubuka dan kain hitam menyekap kepalaku. sedikit pukulan di tengkuk membuatku tidak sadarkan diri. Pingsan.

Saat aku sadar, semua terasa aneh. ada beberapa pasang mata menatapku. di ruang yang masih aneh bagiku ini ada beberapa benda asing, Laptop putih tergeletak disampingku dan photo perempuan senja dilorong itu tepat diatas dadaku. Aku baru sadar ternyata kelompok radikal yang menai dirinya kelompok sosialisme prolateral inilah yang kemarin aku temui di warkop. Beberapa diantara mereka aku sempat aku lihat di tayangan berita beberapa malam yang lalu. Dia seorang aktivis yang terkenal keras dalam mengkritik pemerintah.

Kamu tahu mengapa harus dibawa kemari? tanya seorang lelaki yang belakangan aku tahu bernawa Warta. tidak jawabku dengan sedikit melototi matanya.
Tulisanmu di beberapa terlalu keras. Itu mengancam beberapa rencana besar kelompok kami.

Kamu tahu bahawa negara ini sedang menghadapi

#berlanjut

0 komentar on "Semua Berawal dari Sini"

Posting Komentar