Flying Dutchman, Joost van den Vondel , dan Pattingaloang

on 3.11.2014
Seorang pelaut dikutuk tuhan
mengarungi tujuh samudera seumur tahun
tak bisa berlabuh di dermaga manapun
Flying Dutchman dan awak kapal yang kesepian

Jika Bernard Dokke adalah aku
bersama awak kapal, akan kuminum habis air di lautan
juga, dengan semua hal-hal yang tenggelam
agar tuhan yang senang memamerkan kekuasaan itu tahu
kecintaanku pada laut, telah lama kuwasiatkan
dan kini, ia menguasai seluruh cintaku

"Orang-orang memang senang membangun mitos
bahkan kita dituduh menyuburkan penyakit mengerikan
yang membuat tak satupun pulau sudi menerima kesepian ini
ah, rasanya, kesepian memang satu-satunya dermaga kita"

Di tanjung harapan, teropong Pattingaloang membantuku
membaca rasi bintang, mencurigai tuduhan cancer padaku
di dekat bulan, aku melihat Flying Dutchman berlayar
menjatuhkan jangkarnya ke pusat bumi

“ia kini, menguasai dunia
dengan kesepian dan kesendirian”

Maka, aku mencuri puisi Joost van den Vondel yang ia tulis untuk Pattingaloang

Wiens aldoor snuffelende brein
Een gansche werelt valt te klein

aku mengirim puisi ini ke surat elektronik Bernard Dokke
kapten kapal Flying Dutchman yang dikutuk oleh tuhan yang maha pengasih itu
kesepian dan kesendirian

0 komentar:

Posting Komentar

3.11.2014

Flying Dutchman, Joost van den Vondel , dan Pattingaloang

Diposting oleh Jejak Sajak di 00.53
Seorang pelaut dikutuk tuhan
mengarungi tujuh samudera seumur tahun
tak bisa berlabuh di dermaga manapun
Flying Dutchman dan awak kapal yang kesepian

Jika Bernard Dokke adalah aku
bersama awak kapal, akan kuminum habis air di lautan
juga, dengan semua hal-hal yang tenggelam
agar tuhan yang senang memamerkan kekuasaan itu tahu
kecintaanku pada laut, telah lama kuwasiatkan
dan kini, ia menguasai seluruh cintaku

"Orang-orang memang senang membangun mitos
bahkan kita dituduh menyuburkan penyakit mengerikan
yang membuat tak satupun pulau sudi menerima kesepian ini
ah, rasanya, kesepian memang satu-satunya dermaga kita"

Di tanjung harapan, teropong Pattingaloang membantuku
membaca rasi bintang, mencurigai tuduhan cancer padaku
di dekat bulan, aku melihat Flying Dutchman berlayar
menjatuhkan jangkarnya ke pusat bumi

“ia kini, menguasai dunia
dengan kesepian dan kesendirian”

Maka, aku mencuri puisi Joost van den Vondel yang ia tulis untuk Pattingaloang

Wiens aldoor snuffelende brein
Een gansche werelt valt te klein

aku mengirim puisi ini ke surat elektronik Bernard Dokke
kapten kapal Flying Dutchman yang dikutuk oleh tuhan yang maha pengasih itu
kesepian dan kesendirian

0 komentar on "Flying Dutchman, Joost van den Vondel , dan Pattingaloang"

Posting Komentar