Kau Menuduh Lagi dengan Ludah

on 7.06.2012

Seperti kisah dalam kamarmu
Kau selalu menutupinya dengan dugaan dan prahara
Cat tembok abu-abu dan kolormu yang kau pajang di jendela cukup menandai kebengalan kita
Lalu kau menuduh lagi dengan ludah
Tipis saja sesaat sebelum kita mulai memahami keterkaitan senja dan malam

Aku pulang dan menyimpan banyak rona dalam wajahmu
Kembali mengisinya dengan aroma persetubuhan
Kita teralalu banyak mengunci diri dengan angan yang terlalu gempita
Dan ternyata kitalah yang pendosa
Yang selalu menodai kemurnian senja dan keperawanan malam

Makassar Juli 2012

1 komentar:

Andi Dian Anugrah mengatakan...

mantap kanda blognya

Posting Komentar

7.06.2012

Kau Menuduh Lagi dengan Ludah

Diposting oleh Jejak Sajak di 05.31

Seperti kisah dalam kamarmu
Kau selalu menutupinya dengan dugaan dan prahara
Cat tembok abu-abu dan kolormu yang kau pajang di jendela cukup menandai kebengalan kita
Lalu kau menuduh lagi dengan ludah
Tipis saja sesaat sebelum kita mulai memahami keterkaitan senja dan malam

Aku pulang dan menyimpan banyak rona dalam wajahmu
Kembali mengisinya dengan aroma persetubuhan
Kita teralalu banyak mengunci diri dengan angan yang terlalu gempita
Dan ternyata kitalah yang pendosa
Yang selalu menodai kemurnian senja dan keperawanan malam

Makassar Juli 2012

1 komentar on "Kau Menuduh Lagi dengan Ludah"

Andi Dian Anugrah on 30 Juli 2012 09.02 mengatakan...

mantap kanda blognya

Posting Komentar