Yang Setia pada Kemahiran Kata-kata

on 8.31.2013
kita telah memasuki musim yang terlepas
menghangatkan bibir yang lazim kita sebut kutukan
meski bukan itu yang akan kita beri sesembahan
di dasar-dasar kelenjar ingatan kita yang masih berdaun sangir

apakah kita masih perlu menyimpan
segala kesebentaran yang sangat lama kita pelihara diam-diam
yang kita rebut dari kesepian-kesepian terpilih
sementara pelukan sudah bukan jauh
lalu kematian datang untuk menjabatmu
mengantarmu dari pengasingan ke pengasingan lainnya

apakah kita masih perlu merebut kesepian yang sangat lama kita omongkan
di ranjang yang bukan milik pengantin
meski tubuh kita sudah tidak berhelai kain
sungguh kita memang bukan pemain
yang setia pada kemahiran kata-kata
para penyihir untuk merebut zahir bayi terakhir
yang ditinggalkan oleh ibunya saat kematian sudah semakin jauh
membawa hal terakhir yang juga kita miliki

aku ingin mencintaimu tanpa kebohongan
tapi apakah ada kata-kata yang dapat mewakili perasaanku selain kiasan klise
yang bagi sebagian kiai, itu adalah kebohongan

tapi apakah ada hal yang pernah kita jujurkan
selain bahwa kita memang adalah sepasang lengan yang saling menguntungkan
atau saat kita memilih tidak saling bercakap
setelah menghabiskan separuh hari dengan memperbincangkan masa depan
lalu membiarkan hayalan kita saling bertemu

aku masih sebatang lidi yang kau tanam di antara janur kelapa yang maha tinggi

yang masih setia di tanah tanpa perlu kau suburkan dengan air atau semacamnya

1 komentar:

Posting Komentar

8.31.2013

Yang Setia pada Kemahiran Kata-kata

Diposting oleh Jejak Sajak di 04.02
kita telah memasuki musim yang terlepas
menghangatkan bibir yang lazim kita sebut kutukan
meski bukan itu yang akan kita beri sesembahan
di dasar-dasar kelenjar ingatan kita yang masih berdaun sangir

apakah kita masih perlu menyimpan
segala kesebentaran yang sangat lama kita pelihara diam-diam
yang kita rebut dari kesepian-kesepian terpilih
sementara pelukan sudah bukan jauh
lalu kematian datang untuk menjabatmu
mengantarmu dari pengasingan ke pengasingan lainnya

apakah kita masih perlu merebut kesepian yang sangat lama kita omongkan
di ranjang yang bukan milik pengantin
meski tubuh kita sudah tidak berhelai kain
sungguh kita memang bukan pemain
yang setia pada kemahiran kata-kata
para penyihir untuk merebut zahir bayi terakhir
yang ditinggalkan oleh ibunya saat kematian sudah semakin jauh
membawa hal terakhir yang juga kita miliki

aku ingin mencintaimu tanpa kebohongan
tapi apakah ada kata-kata yang dapat mewakili perasaanku selain kiasan klise
yang bagi sebagian kiai, itu adalah kebohongan

tapi apakah ada hal yang pernah kita jujurkan
selain bahwa kita memang adalah sepasang lengan yang saling menguntungkan
atau saat kita memilih tidak saling bercakap
setelah menghabiskan separuh hari dengan memperbincangkan masa depan
lalu membiarkan hayalan kita saling bertemu

aku masih sebatang lidi yang kau tanam di antara janur kelapa yang maha tinggi

yang masih setia di tanah tanpa perlu kau suburkan dengan air atau semacamnya

1 komentar on "Yang Setia pada Kemahiran Kata-kata"

Alwan Brilian on 19 September 2013 08.00 mengatakan...

bagus pak

Posting Komentar