Aksi Mahasiswa yang Diaksikan

on 4.01.2012

Tindakan yang mereka lakukan tidak ada apa-apanya dibanding anarkisme Pemerintah yang dengan kebijakannya memaksa rakyat untuk berhemat dan menginjak rakyat yang sudah miskin dengan kenaikan harga BBM. Yusuf, demonstran.

Anarkis. Kurang lebih kata itulah yang tepat saat oknum yang mengatas namakan mahasiswa melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM di depan pintu satu kampus Unhas. Aksi yang berlangsung sore hari itu menyebabkan macet disepanjang jalan perintis kemerdekaan hingga tugu adipura.
Sebuah aksi massal yang di pelopori oleh lembaga kemahasiswaan yang mengaku pro terhadap rakyat ternyata keliru dalam memperjuangkan hak rakyat itu sendiri. Lemparan batu dan beberapa senjata rakitan terlihat difungsikan saat aksi tersebut. Hebatnya lagi para demonstran membajak sebuah mobil milik PT. Coca-Cola Company dan menjarah muatannya lalu membakar hangus mobil tersebut. Tidak sampai disitu, para demonstran yang menutupi wajahnya dengan scraft kemudian kembali menjarah mobil yang mengangkut tabung gas elpiji 3 Kg lalu membagikan kepada pengendara yang melintas. Para demonstran kemudian berjalan kearah pom bensin yang terletak tepat di pintu satu Unhas kemudian membagikan secara gratis bensin yang telas disubsidi dari uang rakyat sendiri. Parah.
Ada indikasi bahwa banyak diantara demonstran tersebut yang hadir sebagai provokator ditengah kerumunan massa. Mereka bukan dari kalangan mahasiswa tapi ikut mengkeruhkan suasana. Aparat yang diturunkan dibantu satuan pengaman kampus tidak cukup mampu meredam aksi mahasiswa tersebuat. Aparat yang terus menembakkan gas air mata dan water cannon kearah mahasiswa dan mendesak mahasiswa agar masuk kedalam kampus akhirnya dipukul mundur kembali oleh mahasiswa yang melawan dengan lemparan batu.
Seakan tak percaya dengan keanarkisan yang terjadi dalam negeri ini. Kondisi tak menentu akibat kesenjangan yang terjadi memaksa mahasiswa untuk turun kejalan dan mendesak agar pemerintah batal menaikkan harga BBM yang dianggap terlalu mahal.  Polemik justru terjadi dalam tubuh pemerintah. Jika BBM tidak dinaikkan maka pemerintah akan merugi tapi jika BBM naik, apakah rakyat tidak rugi dan semakin sengsara saja. Alhasil tidak salah jika negara kita semakin terpuruk.
Siapa yang harus dipersalahkan dalam kasus ini. Tatanan negara ini masih perlu pembenahan yang berkelanjutan. Presiden sebagai kepala negara harus berani mengambil resiko. Transparansi pendapatan negara salah satu solusi agar rakyat bisa percaya dan yakin terhadap pemerintah. Akan semakin keruh jika kita terus mengaduk di muara. Biarkan rakyat melihat dengan nurani akan kondisi bangsanya. 

0 komentar:

Posting Komentar

4.01.2012

Aksi Mahasiswa yang Diaksikan

Diposting oleh Jejak Sajak di 19.30

Tindakan yang mereka lakukan tidak ada apa-apanya dibanding anarkisme Pemerintah yang dengan kebijakannya memaksa rakyat untuk berhemat dan menginjak rakyat yang sudah miskin dengan kenaikan harga BBM. Yusuf, demonstran.

Anarkis. Kurang lebih kata itulah yang tepat saat oknum yang mengatas namakan mahasiswa melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM di depan pintu satu kampus Unhas. Aksi yang berlangsung sore hari itu menyebabkan macet disepanjang jalan perintis kemerdekaan hingga tugu adipura.
Sebuah aksi massal yang di pelopori oleh lembaga kemahasiswaan yang mengaku pro terhadap rakyat ternyata keliru dalam memperjuangkan hak rakyat itu sendiri. Lemparan batu dan beberapa senjata rakitan terlihat difungsikan saat aksi tersebut. Hebatnya lagi para demonstran membajak sebuah mobil milik PT. Coca-Cola Company dan menjarah muatannya lalu membakar hangus mobil tersebut. Tidak sampai disitu, para demonstran yang menutupi wajahnya dengan scraft kemudian kembali menjarah mobil yang mengangkut tabung gas elpiji 3 Kg lalu membagikan kepada pengendara yang melintas. Para demonstran kemudian berjalan kearah pom bensin yang terletak tepat di pintu satu Unhas kemudian membagikan secara gratis bensin yang telas disubsidi dari uang rakyat sendiri. Parah.
Ada indikasi bahwa banyak diantara demonstran tersebut yang hadir sebagai provokator ditengah kerumunan massa. Mereka bukan dari kalangan mahasiswa tapi ikut mengkeruhkan suasana. Aparat yang diturunkan dibantu satuan pengaman kampus tidak cukup mampu meredam aksi mahasiswa tersebuat. Aparat yang terus menembakkan gas air mata dan water cannon kearah mahasiswa dan mendesak mahasiswa agar masuk kedalam kampus akhirnya dipukul mundur kembali oleh mahasiswa yang melawan dengan lemparan batu.
Seakan tak percaya dengan keanarkisan yang terjadi dalam negeri ini. Kondisi tak menentu akibat kesenjangan yang terjadi memaksa mahasiswa untuk turun kejalan dan mendesak agar pemerintah batal menaikkan harga BBM yang dianggap terlalu mahal.  Polemik justru terjadi dalam tubuh pemerintah. Jika BBM tidak dinaikkan maka pemerintah akan merugi tapi jika BBM naik, apakah rakyat tidak rugi dan semakin sengsara saja. Alhasil tidak salah jika negara kita semakin terpuruk.
Siapa yang harus dipersalahkan dalam kasus ini. Tatanan negara ini masih perlu pembenahan yang berkelanjutan. Presiden sebagai kepala negara harus berani mengambil resiko. Transparansi pendapatan negara salah satu solusi agar rakyat bisa percaya dan yakin terhadap pemerintah. Akan semakin keruh jika kita terus mengaduk di muara. Biarkan rakyat melihat dengan nurani akan kondisi bangsanya. 

0 komentar on "Aksi Mahasiswa yang Diaksikan"

Posting Komentar