Ataukah Tinggal Cerita Saja

on 4.15.2012

Ataukah tinggal cerita saja
Kegamangan kita pada halusinasi kehidupan
Kekal dalam khayal tentang tarian telanjang dan mimpi yang disuguhkan
Dari roman dan akar keromantisan kita memulai segalanya
Ataukah biarkan sejarah saja
Mengulangi keserakahan kita
Jika hujan dan air mata menyatu maka petir akan membawa guntur pada ratapannya
Dan kita akan memulai pertapaan dikaki para pemikir
Diselingi kilat yang mewarnai langit yang tercabik
Matahari tak lagi abadi dengan rotasinya
Maka kelak kita akan bertemu terik diantara hitam langit dan purnama
Dan bukan itu yang mengingatkan aku pada kenangan tentang kehidupan
Berbagi dan mengistimewakan manusia
Hidup dalam satu derita
Berabad lamanya kita lakonkan cerita itu
Sampai tiba saat kita dipaksa mempertemukan patung liberal dan burung garuda dipuncak sana
Merubah segalanya
Termasuk cintaku padamu dan cintamu padaku
Kini
Aku tak menemukan petani dikota ini lagi
Dan sawah mereka menjadi hutan beton yang merampas kemurnian udara
Aku tak menemukan nelayan dikota ini lagi
Dan perahu mereka karam di atas banjir manusia yang menahan ombak di lautan
Aku hanya menemukan raga yang menyerupai manusia
Hidup tapi telah menjadi mayat yang kering
Dan kita tak bisa mengakuinya sebagai kehidupan
Karena kehidupan tidak membutuhkan air mata kekeringan
Makassar 2009

1 komentar:

Posting Komentar

4.15.2012

Ataukah Tinggal Cerita Saja

Diposting oleh Jejak Sajak di 17.47

Ataukah tinggal cerita saja
Kegamangan kita pada halusinasi kehidupan
Kekal dalam khayal tentang tarian telanjang dan mimpi yang disuguhkan
Dari roman dan akar keromantisan kita memulai segalanya
Ataukah biarkan sejarah saja
Mengulangi keserakahan kita
Jika hujan dan air mata menyatu maka petir akan membawa guntur pada ratapannya
Dan kita akan memulai pertapaan dikaki para pemikir
Diselingi kilat yang mewarnai langit yang tercabik
Matahari tak lagi abadi dengan rotasinya
Maka kelak kita akan bertemu terik diantara hitam langit dan purnama
Dan bukan itu yang mengingatkan aku pada kenangan tentang kehidupan
Berbagi dan mengistimewakan manusia
Hidup dalam satu derita
Berabad lamanya kita lakonkan cerita itu
Sampai tiba saat kita dipaksa mempertemukan patung liberal dan burung garuda dipuncak sana
Merubah segalanya
Termasuk cintaku padamu dan cintamu padaku
Kini
Aku tak menemukan petani dikota ini lagi
Dan sawah mereka menjadi hutan beton yang merampas kemurnian udara
Aku tak menemukan nelayan dikota ini lagi
Dan perahu mereka karam di atas banjir manusia yang menahan ombak di lautan
Aku hanya menemukan raga yang menyerupai manusia
Hidup tapi telah menjadi mayat yang kering
Dan kita tak bisa mengakuinya sebagai kehidupan
Karena kehidupan tidak membutuhkan air mata kekeringan
Makassar 2009