Wajah Waktu

on 1.31.2013
kepada mantan puisiku
kamu pernah lama tergeletak di atas ranjang kenangan
tertutup kelambu dupa hingga terlewatlupakan sebagai entah yang indah
aku kadang lupa menanyakan kabarmu
meski sesekali aku melihatmu memurungkan kusut kertasmu
aku lebih asyik bermain dengan masing-masing sudut kota air mata

mantan puisiku
dari segala wajah waktu, aku adalah seorang fobia photo
photo yang kadang menarik paksa diriku pada suatu masa
dimana semua kenangan saling munuduh dan akulah tersangka yang dikurung dalam sesal
anjing, dasar penyair gagal
gumamku dalam hati untuk hatiku

kepada mantan puisiku
kita pernah sama-sama saling melipat diri dalam gerangan
membaca kata satu sama lain
lebih mesra
lebih
lalu sama-sama mengikhlaskan
lebih mesra
lebih

lalu
seseroang berlalu dari mataku dan menganggapmu ada
berharga di atas segala amarah
mengambilrebutmu dan aku masih menikammati sudut-sudut kota air mata.
dia menikmatimu lebih dari nikmatnya kita dulu
lalu aku masih menunggu kamu sebagai mantan
mantan puisimu yang gagal sebagai mantan

kepada mantan puisiku
berlalulah.

Makassar, Januari 2013

0 komentar:

Posting Komentar

1.31.2013

Wajah Waktu

Diposting oleh Jejak Sajak di 00.40
kepada mantan puisiku
kamu pernah lama tergeletak di atas ranjang kenangan
tertutup kelambu dupa hingga terlewatlupakan sebagai entah yang indah
aku kadang lupa menanyakan kabarmu
meski sesekali aku melihatmu memurungkan kusut kertasmu
aku lebih asyik bermain dengan masing-masing sudut kota air mata

mantan puisiku
dari segala wajah waktu, aku adalah seorang fobia photo
photo yang kadang menarik paksa diriku pada suatu masa
dimana semua kenangan saling munuduh dan akulah tersangka yang dikurung dalam sesal
anjing, dasar penyair gagal
gumamku dalam hati untuk hatiku

kepada mantan puisiku
kita pernah sama-sama saling melipat diri dalam gerangan
membaca kata satu sama lain
lebih mesra
lebih
lalu sama-sama mengikhlaskan
lebih mesra
lebih

lalu
seseroang berlalu dari mataku dan menganggapmu ada
berharga di atas segala amarah
mengambilrebutmu dan aku masih menikammati sudut-sudut kota air mata.
dia menikmatimu lebih dari nikmatnya kita dulu
lalu aku masih menunggu kamu sebagai mantan
mantan puisimu yang gagal sebagai mantan

kepada mantan puisiku
berlalulah.

Makassar, Januari 2013

0 komentar on "Wajah Waktu"

Posting Komentar