teruntuk pejuang hak

on 6.24.2013
dipeluknya banyak buku
sedang ibunya menanak nasi di tanah yang liatnya menakutkan
dipeluknya banyak buku
sedang ayahnya mengemis doa di surau yang penuh susah

seorang pejuang hak berorasi di teras wakil rakyat
peluru bersangkar di otaknya yang banyak menampung masa depan
aparat berdalih ini salah tembak
tapi darah sudah penuh oleh ambisi mematikan
lantang suaranya menyusun kata
lawan
lawan
lawan
Tuhan bersama kalian
berkali-kali sepatu laras dan gagang senjata dihantamkan di bibirnya yang sudah sumbing oleh luka
aparat berdalih dia adalah provokator massa
namun suara itu maish Tuhan
menggema dilangit, menggantung banyak harap dan desakan sosial
siang ini satu lagi nyawa indonesia melayang

0 komentar:

Posting Komentar

6.24.2013

teruntuk pejuang hak

Diposting oleh Jejak Sajak di 12.41
dipeluknya banyak buku
sedang ibunya menanak nasi di tanah yang liatnya menakutkan
dipeluknya banyak buku
sedang ayahnya mengemis doa di surau yang penuh susah

seorang pejuang hak berorasi di teras wakil rakyat
peluru bersangkar di otaknya yang banyak menampung masa depan
aparat berdalih ini salah tembak
tapi darah sudah penuh oleh ambisi mematikan
lantang suaranya menyusun kata
lawan
lawan
lawan
Tuhan bersama kalian
berkali-kali sepatu laras dan gagang senjata dihantamkan di bibirnya yang sudah sumbing oleh luka
aparat berdalih dia adalah provokator massa
namun suara itu maish Tuhan
menggema dilangit, menggantung banyak harap dan desakan sosial
siang ini satu lagi nyawa indonesia melayang

0 komentar on "teruntuk pejuang hak"

Posting Komentar