Kota Kita adalah Air Mata yang tak Pernah Melihat Mata

on 6.07.2014
Kota kita adalah air mata yang tak pernah melihat mata
ia mengalir dari tanah yang tak pernah kita pijak
berhamburan seperti cacing yang baru saja menyadari
kemunculan matahari di perut bumi
sebagian dari mereka lari dari kenyataan dan sisanya
bertahan, mengamati dan mati ketakutan

Kota ini seperti peziarah yang lupa arah mata angin
ia tersesat di jalan yang benar, ragu-ragu menghitung jumlah langkah
sebab jalan raya yang buas menumbuhkan gedung-gedung serba guna
mereka berdiri seperti saudara tiri yang siap berperang
melawan ketakutan kita yang kian rendah

Kota ini memang tempayan segitiga
penampung segala air mata rahasia
kita belajar menyelam tanpa sadar
sebab gedung berlantai kepala dan wahana maya telah menenggelamkan kita
seperti ikan dewasa yang tak tahu cara berenang melawan raksasa

Kota ini bukan tujuan bijak untuk sepasang kekasih seperti kita
aku terlalu mudah dilupakan dan kau begitu rumit mengingatku
begitulah kota mengajari kita tentang cinta
gedung tinggi seperti jarak jutaan langkah
yang bisa kita tempuh dengan tiga senyuman taman

Tak ada kota semudah ini
hal-hal romantis selalu jatuh di genggaman dan telunjuk
terlalu banyak hiburan yang membuatmu harus meninggalkanku
kau lebih memilih nama gedung-gedung cantik dari pada menyebut satu taman indah

Jika kau percaya pada kota kita
maukah kau membantuku meletakkan gedung-gedung ini seperti semula
rendah, tabah, dan pembohong tanpa lengan yang setia memeluk dirimu

0 komentar:

Posting Komentar

6.07.2014

Kota Kita adalah Air Mata yang tak Pernah Melihat Mata

Diposting oleh Jejak Sajak di 20.05
Kota kita adalah air mata yang tak pernah melihat mata
ia mengalir dari tanah yang tak pernah kita pijak
berhamburan seperti cacing yang baru saja menyadari
kemunculan matahari di perut bumi
sebagian dari mereka lari dari kenyataan dan sisanya
bertahan, mengamati dan mati ketakutan

Kota ini seperti peziarah yang lupa arah mata angin
ia tersesat di jalan yang benar, ragu-ragu menghitung jumlah langkah
sebab jalan raya yang buas menumbuhkan gedung-gedung serba guna
mereka berdiri seperti saudara tiri yang siap berperang
melawan ketakutan kita yang kian rendah

Kota ini memang tempayan segitiga
penampung segala air mata rahasia
kita belajar menyelam tanpa sadar
sebab gedung berlantai kepala dan wahana maya telah menenggelamkan kita
seperti ikan dewasa yang tak tahu cara berenang melawan raksasa

Kota ini bukan tujuan bijak untuk sepasang kekasih seperti kita
aku terlalu mudah dilupakan dan kau begitu rumit mengingatku
begitulah kota mengajari kita tentang cinta
gedung tinggi seperti jarak jutaan langkah
yang bisa kita tempuh dengan tiga senyuman taman

Tak ada kota semudah ini
hal-hal romantis selalu jatuh di genggaman dan telunjuk
terlalu banyak hiburan yang membuatmu harus meninggalkanku
kau lebih memilih nama gedung-gedung cantik dari pada menyebut satu taman indah

Jika kau percaya pada kota kita
maukah kau membantuku meletakkan gedung-gedung ini seperti semula
rendah, tabah, dan pembohong tanpa lengan yang setia memeluk dirimu

0 komentar on "Kota Kita adalah Air Mata yang tak Pernah Melihat Mata"

Posting Komentar