Memahat Sajak

on 5.18.2014
Di musium sunyi
kutemukan patung The Poet
tak lagi sungkawa memikirkan sajak
-    atau baju, atau dagu, atau lagu, atau kekasih
tubuhnya kini berpiama
hendak tidur di atas tubuh Maryam, katanya

Tangan yang dulu menopang dagu kini bergerak kaku
ia pandai mengacung kelingking
sambil mengonar senyum, ia sopan berkata The Thinker
lalu menjulurkan lidah
seolah paham kita derita yang patuh pada kitab purba

Di tahun akhirnya sebagai patung
Auguste Rodin baru, mengubahnya menjadi badut
dengan wajah topeng kayu, menyimpan senyum enigma palsu

The Poet mengakhiri diri
ia benturkan kepalanya ke kaki
perutnya retak, terburai seluruh bahagia
yang sembunyi di balik wajah masam
di usianya yang kini ribuan lampau

-          The Poet, patung lelaki yang termenung dan telanjang
memikirkan puisinya, karya Auguste Rodin

0 komentar:

Posting Komentar

5.18.2014

Memahat Sajak

Diposting oleh Jejak Sajak di 10.43
Di musium sunyi
kutemukan patung The Poet
tak lagi sungkawa memikirkan sajak
-    atau baju, atau dagu, atau lagu, atau kekasih
tubuhnya kini berpiama
hendak tidur di atas tubuh Maryam, katanya

Tangan yang dulu menopang dagu kini bergerak kaku
ia pandai mengacung kelingking
sambil mengonar senyum, ia sopan berkata The Thinker
lalu menjulurkan lidah
seolah paham kita derita yang patuh pada kitab purba

Di tahun akhirnya sebagai patung
Auguste Rodin baru, mengubahnya menjadi badut
dengan wajah topeng kayu, menyimpan senyum enigma palsu

The Poet mengakhiri diri
ia benturkan kepalanya ke kaki
perutnya retak, terburai seluruh bahagia
yang sembunyi di balik wajah masam
di usianya yang kini ribuan lampau

-          The Poet, patung lelaki yang termenung dan telanjang
memikirkan puisinya, karya Auguste Rodin

0 komentar on "Memahat Sajak"

Posting Komentar