Zenit

on 12.23.2011
mari kawan kita jalan di pematang ini
panggil raga yang sepi diantara tangisan malam
sampai hilang rasa menemui kedamaiaan dan terlelap diantara pelukan kebenaran
tak usah kau meminta imbalan dari perjuangan karena Tuhan telah memberimu nafas dari kasturi syurga
mampu menjinakkan nafsumu untuk membunuh harapan

mari kawan kita membuka jalan baru dari poros melingkar ini
tak usah ukir jejekmu disana
karena alam hanya memberi kita satu kali kesempatan
buanglah sisa dari ketangguhan akal untuk diam
karena saat ini kita harus terus meneriakkan keadilan
kepada siapa yang memerlukan dan harus memerlukan
ajari dia cara untuk meniup lilin dari setiap kado yang dia terima
seperti ketika kita diajarkan untuk meniup lilin harapan itu.


Makassar 21 Nov 2011

0 komentar:

Posting Komentar

12.23.2011

Zenit

Diposting oleh Jejak Sajak di 19.51
mari kawan kita jalan di pematang ini
panggil raga yang sepi diantara tangisan malam
sampai hilang rasa menemui kedamaiaan dan terlelap diantara pelukan kebenaran
tak usah kau meminta imbalan dari perjuangan karena Tuhan telah memberimu nafas dari kasturi syurga
mampu menjinakkan nafsumu untuk membunuh harapan

mari kawan kita membuka jalan baru dari poros melingkar ini
tak usah ukir jejekmu disana
karena alam hanya memberi kita satu kali kesempatan
buanglah sisa dari ketangguhan akal untuk diam
karena saat ini kita harus terus meneriakkan keadilan
kepada siapa yang memerlukan dan harus memerlukan
ajari dia cara untuk meniup lilin dari setiap kado yang dia terima
seperti ketika kita diajarkan untuk meniup lilin harapan itu.


Makassar 21 Nov 2011

0 komentar on "Zenit"

Posting Komentar