Manuskrip Indonesia

on 3.06.2013

[kepada para pejuang hak]

sore yang kumat. berpenjara pada jalan panjang tidak kenal ujung. dimana sandarkan lelah itulah rumah. pulang dan membaca.
seharusnya bisa lebih juang lagi. mati hanyalah persoalan nasib.

berjuang adalah mempertahankan. mereka yang hidup dalam kebenaran tidak akan pernah tenang jika masih ada keluh tentang lapar dan tidak adil.

jalan panjang paling awal. senjata negara selalu membiarkan pelurunya terbang rendah diatas kepala pejuang negara. pejuang tidak akan pernah mengeluh. tabah adalah jalan satu-satunya dan menerima tiba adalah sebuah keikhlasan.

manuskrip indonesia. setelah membaca negara:
ada yang lebih hina dari penghianat, mereka yang lebih kenyang dari kelaparan saudara sendiri.
ada yang lebih hina dari pendusta, mereka yang lebih mewah dari kemiskinan saudara sendiri.
ada yang lebih hina dari pembohong, mereka yang lebih senang dari sedih saudara sendiri.
jika kita saudara, mengapa ada yang harus sangat kaya diantara rumah gubuk.
mengapa harus ada yang bayinya tidur kenyang dan ada yang bayinya mati kelaparan.

itulah mengapa pejuang hak selalu hidup lebih mati dari yang lain. mereka adalah korban dari semua korban. hidupnya dihantui pembunuhan dan matinya dikenang sebagai lupa.
sebab di mata negara, yang mengusik ketenangan raja adalah musuh bagi negara.

tidak salah jika di negara ini ada yang menjajah atas tanah sendiri dan yang dijajah adalah saudara sendiri. sebab perut kita berbeda dan raja lebih memilih mengorbankan pionnya dari pada ratunya sendiri.
-         -  indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

3.06.2013

Manuskrip Indonesia

Diposting oleh Jejak Sajak di 03.02

[kepada para pejuang hak]

sore yang kumat. berpenjara pada jalan panjang tidak kenal ujung. dimana sandarkan lelah itulah rumah. pulang dan membaca.
seharusnya bisa lebih juang lagi. mati hanyalah persoalan nasib.

berjuang adalah mempertahankan. mereka yang hidup dalam kebenaran tidak akan pernah tenang jika masih ada keluh tentang lapar dan tidak adil.

jalan panjang paling awal. senjata negara selalu membiarkan pelurunya terbang rendah diatas kepala pejuang negara. pejuang tidak akan pernah mengeluh. tabah adalah jalan satu-satunya dan menerima tiba adalah sebuah keikhlasan.

manuskrip indonesia. setelah membaca negara:
ada yang lebih hina dari penghianat, mereka yang lebih kenyang dari kelaparan saudara sendiri.
ada yang lebih hina dari pendusta, mereka yang lebih mewah dari kemiskinan saudara sendiri.
ada yang lebih hina dari pembohong, mereka yang lebih senang dari sedih saudara sendiri.
jika kita saudara, mengapa ada yang harus sangat kaya diantara rumah gubuk.
mengapa harus ada yang bayinya tidur kenyang dan ada yang bayinya mati kelaparan.

itulah mengapa pejuang hak selalu hidup lebih mati dari yang lain. mereka adalah korban dari semua korban. hidupnya dihantui pembunuhan dan matinya dikenang sebagai lupa.
sebab di mata negara, yang mengusik ketenangan raja adalah musuh bagi negara.

tidak salah jika di negara ini ada yang menjajah atas tanah sendiri dan yang dijajah adalah saudara sendiri. sebab perut kita berbeda dan raja lebih memilih mengorbankan pionnya dari pada ratunya sendiri.
-         -  indonesia

0 komentar on "Manuskrip Indonesia"

Posting Komentar