Dewandaru

on 2.07.2015


Hutan lebat. Di tengahnya mengalir sungai cantik berair jernih. Selain sungai, tak ada yang tahu hulu dan hilirnya. Pohon Dewandaru berusia ratusan tahun tumbuh setia di bantaran sungai cantik itu. Ia jatuh cinta. Jatuh cinta pada sungai tersebut.
Setiap hari dipandangnya aliran sungai hingga hari jauh dan malam menggelap. Selalu begitu. Sampai ia tak mampu menahan lagi hasratnya untuk bersatu dan memilih menumbangkan tubuhnya ke aliran sungai dengan harapan dapat hidup abadi bersama sungai. Sungguh, harapan yang mulia.
Tapi, datanglah kenyataan yang jauh dari harapan. Sungai tak diciptakan dengan lengan yang mampu memeluk apapun. Tubuh pohon dewandaru itu diasak ke hilir dan berakhir di laut luas yang jauh dari harapan. Sangat jauh

0 komentar:

Posting Komentar

2.07.2015

Dewandaru

Diposting oleh Jejak Sajak di 09.13


Hutan lebat. Di tengahnya mengalir sungai cantik berair jernih. Selain sungai, tak ada yang tahu hulu dan hilirnya. Pohon Dewandaru berusia ratusan tahun tumbuh setia di bantaran sungai cantik itu. Ia jatuh cinta. Jatuh cinta pada sungai tersebut.
Setiap hari dipandangnya aliran sungai hingga hari jauh dan malam menggelap. Selalu begitu. Sampai ia tak mampu menahan lagi hasratnya untuk bersatu dan memilih menumbangkan tubuhnya ke aliran sungai dengan harapan dapat hidup abadi bersama sungai. Sungguh, harapan yang mulia.
Tapi, datanglah kenyataan yang jauh dari harapan. Sungai tak diciptakan dengan lengan yang mampu memeluk apapun. Tubuh pohon dewandaru itu diasak ke hilir dan berakhir di laut luas yang jauh dari harapan. Sangat jauh

0 komentar on "Dewandaru"

Posting Komentar