Karena Merokok adalah Jatuh Cinta yang Paling Setia

on 1.03.2015




Gambar itu warna hijau. Ada sebatang rokok dan tulisan boleh merokok di tengahnya. Terpajang di papan bicara gedung DPRD Kota Makassar.
Salah satu pranala berita yang juga membahas tentang adanya gambar boleh merokok di gedung DPRD Kota Makassar menyebut; Papan bicara ini dianggap kontroversial. Pasalnya, anggota DPRD Makassar telah "bersusah-payah" membentuk perda itu namun masih banyak legislator tak mengindahkan. Kebanyakan legislator DPRD Makassar masih doyan merokok di dalam gedung itu. 
Seolah Peraturan daerah tentang larangan merokok berarti siapapun di Kota ini tidak boleh merokok. Padahal saat saya berkunjung ke Kantor DPRD Kota Makassar, di sana juga belum ada ruang khusus merokok. Yang artinya gedung itu dan segala penghuninya telah melanggar UU No 39 tahun 2009 tentang ruang merokok yang sakinah mawaddah warahmah.
Sebagai warga kota yang merasa kebahagiaannya dicuri dengan adanya larangan merokok, saya tentu tidak sepakat. Rasanya itu seperti mendekati perempuan yang sudah punya pacar dan ternyata memang pacarnya lebih segalanya dari kita. Kan sakit!
Sebagai perokok, saya menghormati pilihan orang yang tidak merokok. Tidak menawarkan rokok kepada anak kecil, tidak merokok dekat bayi, tidak merokok kalau lagi shalat, tidak cari pacar yang benci perokok. Jadi paling tidak hargai usaha kami yang tekun menjaga harmonisasi perokok dan bukan perokok.
Rokok memang sering dijadikan domba-hitam. Orang-orang kadang menganggap perokok itu seperti benalu yang tak tahu malu.
Tapi saya kadang sedih mendengar ironi perokok yang dianggap musuh ummat manusia. Teman saya yang ngotot namanya disebutkan, Kamsah, punya kisah yang sedih Pacarnya yang cantik jelita akhirnya meninggalkan dia karena alasan cowok perokok itu buruk. Dirinya saja dirusak apa lagi masa depannya. Stigma ini tentu tidak melalui uji klinis yang terpercaya. Jadi jangan percaya dengan argumen hina seperti itu.
Selain Kamsah perokok, dia memang tipe lelaki yang mudah jatuh cinta dan lebih bahagia hidup dengan buku-buku dari pada mengajak pacarnya jalan. Sekali lagi, perokok dianggap benalu yang tidak tahu malu.
Lain Kamsah lain Hary. Pengalaman Hary sebagai perokok dapat dicatat sebagai pengalaman paling indah sepanjang usia Tuhan. Bagaimana tidak, ia berhasil kenalan dan pacaran sama Intan. Primadona kampus yang paling banyak dijadikan bahan untuk Anu oleh teman-teman cowok saya.
Sebagai model, Intan memang memiliki bakat terpendam untuk menaklukkan lelaki dengan senyuman. Kecuali saya dan masih banyak lagi, semua cowok terpukau dengan wajahnya. Dan Hary? Anak vespa yang suka bergaya klasik berhasil membuat Intan menjadi pacarnya. Muasalnya hanya karena suatu waktu Intan mau merokok dan hanya Hary yang punya rokok. Berawal dari situ, minta nomor telepon genggam janjian ngopi kemudian jadian. Bangke!
Kisah terakhir perokok datang dari salah satu anggota dewan di Kota Makassar yang berasal dari Partai Demokrat. Ia menganggap di gedung terhormat itu tidak boleh ada perokok karena perda larangan merokok itu dibahas di sini; Kontras ini, padahal ada perda larangan merokok. Pada akhirnya ia harus menerima kenyataan dibenci oleh diri sendiri karena ia juga seorang perokok.
Saran saya, jangan pernah anggap enteng seorang perokok. Selain karena ia turut serta melestarikan budaya bangsa, mereka juga adalah orang paling setia. Setia untuk terus merokok dan bisa melatih rasa humanismenya dari situ. Bisa belajar untuk tahu diri di mana bisa merokok dan di mana tempat yang harus diberi pengecualiaan.   

0 komentar:

Posting Komentar

1.03.2015

Karena Merokok adalah Jatuh Cinta yang Paling Setia

Diposting oleh Jejak Sajak di 06.02




Gambar itu warna hijau. Ada sebatang rokok dan tulisan boleh merokok di tengahnya. Terpajang di papan bicara gedung DPRD Kota Makassar.
Salah satu pranala berita yang juga membahas tentang adanya gambar boleh merokok di gedung DPRD Kota Makassar menyebut; Papan bicara ini dianggap kontroversial. Pasalnya, anggota DPRD Makassar telah "bersusah-payah" membentuk perda itu namun masih banyak legislator tak mengindahkan. Kebanyakan legislator DPRD Makassar masih doyan merokok di dalam gedung itu. 
Seolah Peraturan daerah tentang larangan merokok berarti siapapun di Kota ini tidak boleh merokok. Padahal saat saya berkunjung ke Kantor DPRD Kota Makassar, di sana juga belum ada ruang khusus merokok. Yang artinya gedung itu dan segala penghuninya telah melanggar UU No 39 tahun 2009 tentang ruang merokok yang sakinah mawaddah warahmah.
Sebagai warga kota yang merasa kebahagiaannya dicuri dengan adanya larangan merokok, saya tentu tidak sepakat. Rasanya itu seperti mendekati perempuan yang sudah punya pacar dan ternyata memang pacarnya lebih segalanya dari kita. Kan sakit!
Sebagai perokok, saya menghormati pilihan orang yang tidak merokok. Tidak menawarkan rokok kepada anak kecil, tidak merokok dekat bayi, tidak merokok kalau lagi shalat, tidak cari pacar yang benci perokok. Jadi paling tidak hargai usaha kami yang tekun menjaga harmonisasi perokok dan bukan perokok.
Rokok memang sering dijadikan domba-hitam. Orang-orang kadang menganggap perokok itu seperti benalu yang tak tahu malu.
Tapi saya kadang sedih mendengar ironi perokok yang dianggap musuh ummat manusia. Teman saya yang ngotot namanya disebutkan, Kamsah, punya kisah yang sedih Pacarnya yang cantik jelita akhirnya meninggalkan dia karena alasan cowok perokok itu buruk. Dirinya saja dirusak apa lagi masa depannya. Stigma ini tentu tidak melalui uji klinis yang terpercaya. Jadi jangan percaya dengan argumen hina seperti itu.
Selain Kamsah perokok, dia memang tipe lelaki yang mudah jatuh cinta dan lebih bahagia hidup dengan buku-buku dari pada mengajak pacarnya jalan. Sekali lagi, perokok dianggap benalu yang tidak tahu malu.
Lain Kamsah lain Hary. Pengalaman Hary sebagai perokok dapat dicatat sebagai pengalaman paling indah sepanjang usia Tuhan. Bagaimana tidak, ia berhasil kenalan dan pacaran sama Intan. Primadona kampus yang paling banyak dijadikan bahan untuk Anu oleh teman-teman cowok saya.
Sebagai model, Intan memang memiliki bakat terpendam untuk menaklukkan lelaki dengan senyuman. Kecuali saya dan masih banyak lagi, semua cowok terpukau dengan wajahnya. Dan Hary? Anak vespa yang suka bergaya klasik berhasil membuat Intan menjadi pacarnya. Muasalnya hanya karena suatu waktu Intan mau merokok dan hanya Hary yang punya rokok. Berawal dari situ, minta nomor telepon genggam janjian ngopi kemudian jadian. Bangke!
Kisah terakhir perokok datang dari salah satu anggota dewan di Kota Makassar yang berasal dari Partai Demokrat. Ia menganggap di gedung terhormat itu tidak boleh ada perokok karena perda larangan merokok itu dibahas di sini; Kontras ini, padahal ada perda larangan merokok. Pada akhirnya ia harus menerima kenyataan dibenci oleh diri sendiri karena ia juga seorang perokok.
Saran saya, jangan pernah anggap enteng seorang perokok. Selain karena ia turut serta melestarikan budaya bangsa, mereka juga adalah orang paling setia. Setia untuk terus merokok dan bisa melatih rasa humanismenya dari situ. Bisa belajar untuk tahu diri di mana bisa merokok dan di mana tempat yang harus diberi pengecualiaan.   

0 komentar on "Karena Merokok adalah Jatuh Cinta yang Paling Setia"

Posting Komentar