Aku Payung dan Kau Terik

on 10.13.2012
ini siang cukup terik
dibahu jalan yang panjang kita masih saling menatap bahu
sesekali memurkai kerikil yang mengganggu bayangan kita
diseberang, kamu nampak baik-baik saja
masih menggunakan kata halus untuk memakiku

deru suara deretan mobil masih meraung
sesekali keluar makian untuk terik yang kejam
dan kita masih saling menatap bahu

adalah cinta yang berhasil menjaga kita
menjaga dari terik yang selalu dituduh sebagai pengganggu tunggangan
menjaga dari ancaman polusi udara yang kian tidak karuan
menjaga dari ketersesatan hati

aku ingin berhenti disini
dibawah terik menuliskan puisi
menatap kau menghabiskan sisa perjalananmu
dan sesekali berharap aku ini adalah payungmu
payang yang akan mengantarmu hingga musim hujan tiba

Makassar, Oktober 2012

0 komentar:

Posting Komentar

10.13.2012

Aku Payung dan Kau Terik

Diposting oleh Jejak Sajak di 01.09
ini siang cukup terik
dibahu jalan yang panjang kita masih saling menatap bahu
sesekali memurkai kerikil yang mengganggu bayangan kita
diseberang, kamu nampak baik-baik saja
masih menggunakan kata halus untuk memakiku

deru suara deretan mobil masih meraung
sesekali keluar makian untuk terik yang kejam
dan kita masih saling menatap bahu

adalah cinta yang berhasil menjaga kita
menjaga dari terik yang selalu dituduh sebagai pengganggu tunggangan
menjaga dari ancaman polusi udara yang kian tidak karuan
menjaga dari ketersesatan hati

aku ingin berhenti disini
dibawah terik menuliskan puisi
menatap kau menghabiskan sisa perjalananmu
dan sesekali berharap aku ini adalah payungmu
payang yang akan mengantarmu hingga musim hujan tiba

Makassar, Oktober 2012

0 komentar on "Aku Payung dan Kau Terik"

Posting Komentar