Kamu Menjadi Puisi dan Aku Membacanya Sebagai Rindu

on 10.13.2012
kamu menjadi puisi dan aku membacanya sebagai rindu
jarak yang aneh rupanya
jarak yang selalu memaksa diriku untuk takluk
aku kadang menolak tapi kau seperti hidup dikehidupanku
menyimpan penuh kekuatan yang sesungguhnya
nyata

aku jadi lupa untuk mengingatkanmu 
tentang sepotong malamku yang selalu menjadi milikmu
tentang rencana kecilku tentang keluarga besar
yah, dikepalaku tersimpan ribuan tanya yang sudah aku susun rapi
aku menjadi semacam wartawan gagal untukmu
tapi bukan maksud untuk mengintrogasi dirimu
aku hanya ingin menebak seberapa sayang kamu
atau mungkin juga aku ingin tahu seberapa tidak sayang kamu padaku

jika esok kita masih dipertemukan
kuharap tidak ada yang berubah sayang
aku ternyata telah mencintaimu dengan sisa kesungguhanku yang masih bisa kurawat
disana, disekitar taman tempat kita biasa saling menuduh
menggambarkan burung tanpa sayap hinggap di jendela kamar
menatap dalam kearah kita dan berkata pinjamkan aku sayapmu

kamu menjadi puisi dan aku membacanya sebagai rindu
kamu menjadi puisi dan aku membacanya sebagai rindu
tulisku dalam puisi ini


Makassar, Oktober 2012

0 komentar:

Posting Komentar

10.13.2012

Kamu Menjadi Puisi dan Aku Membacanya Sebagai Rindu

Diposting oleh Unknown di 14.13
kamu menjadi puisi dan aku membacanya sebagai rindu
jarak yang aneh rupanya
jarak yang selalu memaksa diriku untuk takluk
aku kadang menolak tapi kau seperti hidup dikehidupanku
menyimpan penuh kekuatan yang sesungguhnya
nyata

aku jadi lupa untuk mengingatkanmu 
tentang sepotong malamku yang selalu menjadi milikmu
tentang rencana kecilku tentang keluarga besar
yah, dikepalaku tersimpan ribuan tanya yang sudah aku susun rapi
aku menjadi semacam wartawan gagal untukmu
tapi bukan maksud untuk mengintrogasi dirimu
aku hanya ingin menebak seberapa sayang kamu
atau mungkin juga aku ingin tahu seberapa tidak sayang kamu padaku

jika esok kita masih dipertemukan
kuharap tidak ada yang berubah sayang
aku ternyata telah mencintaimu dengan sisa kesungguhanku yang masih bisa kurawat
disana, disekitar taman tempat kita biasa saling menuduh
menggambarkan burung tanpa sayap hinggap di jendela kamar
menatap dalam kearah kita dan berkata pinjamkan aku sayapmu

kamu menjadi puisi dan aku membacanya sebagai rindu
kamu menjadi puisi dan aku membacanya sebagai rindu
tulisku dalam puisi ini


Makassar, Oktober 2012

0 komentar on "Kamu Menjadi Puisi dan Aku Membacanya Sebagai Rindu"

Posting Komentar