Kau Menyebutnya Air Mata

on 10.28.2012
di hadapan dupa rindu dan kenangan
kau menghampiri lebih dekat
menyapa seperti rintik ke tanah
sangat dekat namun tidak nyata
sebab bayanganku yang terlalu bernafsu untuk menghadirkan kau dalam ingatan

sepasang mata menjadi biru
rindunya tertolak hingga memilih mematikan lampu kamar tidurnya
gelap dan bayang dari bayangan menjadi merah
jangan tidur malam ini
aku mimpimu yang pasti dan kau mungkin akan menolaknya
makanya jangan tidur kataku

dari bilik pemilihan kau mencoba tidak memilih
kau tahu hanya aku calonnya bukan dia
maka kau keluar tanpa harus mencolokkan tanganmu di tinta tanda

jangan bertanya
aku bukanlah mata yang memiliki air dan kau menyebutnya air mata
dan kecupanku hanyalah angin yang menyerempet pipimu
syukur jika kau sempat merasakannya
sisanya kau hanya membayangkan menemukan orang lain selain diriku dalam hidupmu

aku jelaskan sekali lagi bagaimana aku bisa mencintaimu
bukan karena kau tapi karena hatimu yang terlalu baik untuk tidak aku cintai

Makassar, Oktober 2012


1 komentar:

Rani Maharani Yuniarta mengatakan...

maaf, nama pengarang puisi diatas siapa?
jika boleh, saya ingin menganalisis puisi diatas untuk tugas kuliah

Posting Komentar

10.28.2012

Kau Menyebutnya Air Mata

Diposting oleh Jejak Sajak di 04.43
di hadapan dupa rindu dan kenangan
kau menghampiri lebih dekat
menyapa seperti rintik ke tanah
sangat dekat namun tidak nyata
sebab bayanganku yang terlalu bernafsu untuk menghadirkan kau dalam ingatan

sepasang mata menjadi biru
rindunya tertolak hingga memilih mematikan lampu kamar tidurnya
gelap dan bayang dari bayangan menjadi merah
jangan tidur malam ini
aku mimpimu yang pasti dan kau mungkin akan menolaknya
makanya jangan tidur kataku

dari bilik pemilihan kau mencoba tidak memilih
kau tahu hanya aku calonnya bukan dia
maka kau keluar tanpa harus mencolokkan tanganmu di tinta tanda

jangan bertanya
aku bukanlah mata yang memiliki air dan kau menyebutnya air mata
dan kecupanku hanyalah angin yang menyerempet pipimu
syukur jika kau sempat merasakannya
sisanya kau hanya membayangkan menemukan orang lain selain diriku dalam hidupmu

aku jelaskan sekali lagi bagaimana aku bisa mencintaimu
bukan karena kau tapi karena hatimu yang terlalu baik untuk tidak aku cintai

Makassar, Oktober 2012


1 komentar on "Kau Menyebutnya Air Mata"

Rani Maharani Yuniarta on 31 Oktober 2013 07.05 mengatakan...

maaf, nama pengarang puisi diatas siapa?
jika boleh, saya ingin menganalisis puisi diatas untuk tugas kuliah

Posting Komentar