Sajak Sepanjang Jalan

on 10.02.2012
ini tentang kenangan yang hampir aku selipkan dalam beberapa tumpukan catatan dalam kamarku
kenangan yang hampir hanya menjadi pengisi waktu senggang dalam kamarku
kenangan yang mungkin akan menggantikan kecintaanku kepada buku dan coretan dalam kamarku
kenangan yang mungkin hanya akan menjadi deretan kata dalam hatiku

malam ini, setelah sepanjang jalan pulang selalu ada namamu terpajang
dalam baligho dan reklame sempitku tentang rindu yang hampir punah
kau datang lagi dan sungguh menggelisahkan rinduku
rindu yang memaksaku membuka beberapa judul puisi untuk mengenangmu kembali

kau tahu bahwa hidup ini adalah kutukan
seperti itulah kita
dikutuk dalam jeruji hati yang sama namun dalam ruang yang berbeda
sungguh terlalu menyiksa untuk dinikmati sebagai rindu

ini semacam perpaduan antara gelisah dan kekuatan bayangan
menempus relung tersimpit yang akan menampakkan betapa tidak kuatnya kita menahan rindu
sama seperti kamu yang selalu rindu disebut malaikat kecil dalam kisah cerpen Anak Tuhan
sama-sama merindukan sapaan romantis yang hanya akan datang dipenghujung tahun

kalau nantinya ada pengajuan surat penahanan rindu
kuharap kita kekantor catatan hati saja untuk bertemu dan menyepakati meredam rindu kita
meredam yang terlalu gelisah
bayangmu ada dalam setiap kisah perjalananku menuju rumah dan tempatku bersajak

Makassar, Oktober 2012 

0 komentar:

Posting Komentar

10.02.2012

Sajak Sepanjang Jalan

Diposting oleh Jejak Sajak di 06.30
ini tentang kenangan yang hampir aku selipkan dalam beberapa tumpukan catatan dalam kamarku
kenangan yang hampir hanya menjadi pengisi waktu senggang dalam kamarku
kenangan yang mungkin akan menggantikan kecintaanku kepada buku dan coretan dalam kamarku
kenangan yang mungkin hanya akan menjadi deretan kata dalam hatiku

malam ini, setelah sepanjang jalan pulang selalu ada namamu terpajang
dalam baligho dan reklame sempitku tentang rindu yang hampir punah
kau datang lagi dan sungguh menggelisahkan rinduku
rindu yang memaksaku membuka beberapa judul puisi untuk mengenangmu kembali

kau tahu bahwa hidup ini adalah kutukan
seperti itulah kita
dikutuk dalam jeruji hati yang sama namun dalam ruang yang berbeda
sungguh terlalu menyiksa untuk dinikmati sebagai rindu

ini semacam perpaduan antara gelisah dan kekuatan bayangan
menempus relung tersimpit yang akan menampakkan betapa tidak kuatnya kita menahan rindu
sama seperti kamu yang selalu rindu disebut malaikat kecil dalam kisah cerpen Anak Tuhan
sama-sama merindukan sapaan romantis yang hanya akan datang dipenghujung tahun

kalau nantinya ada pengajuan surat penahanan rindu
kuharap kita kekantor catatan hati saja untuk bertemu dan menyepakati meredam rindu kita
meredam yang terlalu gelisah
bayangmu ada dalam setiap kisah perjalananku menuju rumah dan tempatku bersajak

Makassar, Oktober 2012 

0 komentar on "Sajak Sepanjang Jalan"

Posting Komentar