Aneh Lebih Tepatnya Gila

on 6.12.2012

Aku. Mencintai keajaiban dan selalu melihat dari sisi yang berbeda. Kemungkinan selalu aku perhitungkan dan itu yang membuatku kadang sedikit gegabah tapi bagiku tantangan itu jauh lebih menantang. Aku suka bermain dengan imajinasi bahkan kadang mempermainkan hidupku sendiri tapi bukan berarti aku benci serius. Aku senang menjadi aku karena dengan sifatku yang seperti ini membuatku menjadi sedikit lebih senang. 

Gelisah yang setiap saat menjelma menjadi bayangan berhasil menjadikan aku orang yang tidak pernah tenang. Takut. Kadang juga ada tapi setidaknya aku mampu meredam dengan ketenangan yang tidak aku tahu dari mana asalnya. Sejak kecil orang menuduh aku authis, menginjak remaja mereka mengatakan aku psikopat dan sekarang saat proses menuju dewasa mereka kembali menuduhku gila. Aneh tapi nyata kurasa.
Kadang aku tertawa dengan hidupku sendiri. Orang lebih sering bingung melihatku, apa lagi saya sendiri. Saya bingung mengapa aku bisa seperti ini. Aku belajar semua itu dari pengalaman dan aku bersyukur karena alam memberiku otak yang gila. dengan kegilaan ini aku menjadi waras.

Terserah mereka menuduhku autis, psikopat, monyet atau apalah. yang jelas bagiku hidup liar dan merasakan susah senang itu jauh lebih nikmat. Menyesal adalah kata yang sering muncul tapi dengan sedikit bangga aku berhasil berpura-pura tidak menyesal. Aneh.

Terima kasihku kepada semua guru yang mengajarkan aku seperti ini. Termasuk alam raya yang banyak memberiku contoh. Bagiku ide waras itu lahir saat kita gila. Bukan seperti itu?

Bagaimanapun hebatnya Nelson Mandela untuk menghapuskan Hukum Apertaid di Afrika tetap saja dimulai dengan aksi gila. Meskipun akhirnya dia harus terpenjara untuk waktu yang lama. Neil Amstrong yang dikatakan sebagai manusia pertama menyentuhkan kakinya dibulan juga berawal dari ide gilanya untuk melihat bulan itu sendiri. Sama seperti saya, semua hidupku berawal dari kegilaan.

Waktu kecil aku pernah bertanya pada Ibu mengapa masjid itu dikatakan rumah Tuhan, sementara setiap aku ke masjid tidak menemukan kompor, ranjang, lemari dan segala kelengkapan rumah tangga Tuhan. Aneh lebih tepatnya GILA.

Sekarang aku mencoba lebih liar. Lebih tidak peduli lagi dengan hidupku sendiri. Di pikiranku hanya ada satu, yaitu mencoba lebih liar dan menekan apa saja yang mencoba menindas hidupku. Itulah ketenangan bagiku.

0 komentar:

Posting Komentar

6.12.2012

Aneh Lebih Tepatnya Gila

Diposting oleh Jejak Sajak di 02.52

Aku. Mencintai keajaiban dan selalu melihat dari sisi yang berbeda. Kemungkinan selalu aku perhitungkan dan itu yang membuatku kadang sedikit gegabah tapi bagiku tantangan itu jauh lebih menantang. Aku suka bermain dengan imajinasi bahkan kadang mempermainkan hidupku sendiri tapi bukan berarti aku benci serius. Aku senang menjadi aku karena dengan sifatku yang seperti ini membuatku menjadi sedikit lebih senang. 

Gelisah yang setiap saat menjelma menjadi bayangan berhasil menjadikan aku orang yang tidak pernah tenang. Takut. Kadang juga ada tapi setidaknya aku mampu meredam dengan ketenangan yang tidak aku tahu dari mana asalnya. Sejak kecil orang menuduh aku authis, menginjak remaja mereka mengatakan aku psikopat dan sekarang saat proses menuju dewasa mereka kembali menuduhku gila. Aneh tapi nyata kurasa.
Kadang aku tertawa dengan hidupku sendiri. Orang lebih sering bingung melihatku, apa lagi saya sendiri. Saya bingung mengapa aku bisa seperti ini. Aku belajar semua itu dari pengalaman dan aku bersyukur karena alam memberiku otak yang gila. dengan kegilaan ini aku menjadi waras.

Terserah mereka menuduhku autis, psikopat, monyet atau apalah. yang jelas bagiku hidup liar dan merasakan susah senang itu jauh lebih nikmat. Menyesal adalah kata yang sering muncul tapi dengan sedikit bangga aku berhasil berpura-pura tidak menyesal. Aneh.

Terima kasihku kepada semua guru yang mengajarkan aku seperti ini. Termasuk alam raya yang banyak memberiku contoh. Bagiku ide waras itu lahir saat kita gila. Bukan seperti itu?

Bagaimanapun hebatnya Nelson Mandela untuk menghapuskan Hukum Apertaid di Afrika tetap saja dimulai dengan aksi gila. Meskipun akhirnya dia harus terpenjara untuk waktu yang lama. Neil Amstrong yang dikatakan sebagai manusia pertama menyentuhkan kakinya dibulan juga berawal dari ide gilanya untuk melihat bulan itu sendiri. Sama seperti saya, semua hidupku berawal dari kegilaan.

Waktu kecil aku pernah bertanya pada Ibu mengapa masjid itu dikatakan rumah Tuhan, sementara setiap aku ke masjid tidak menemukan kompor, ranjang, lemari dan segala kelengkapan rumah tangga Tuhan. Aneh lebih tepatnya GILA.

Sekarang aku mencoba lebih liar. Lebih tidak peduli lagi dengan hidupku sendiri. Di pikiranku hanya ada satu, yaitu mencoba lebih liar dan menekan apa saja yang mencoba menindas hidupku. Itulah ketenangan bagiku.

0 komentar on "Aneh Lebih Tepatnya Gila"

Posting Komentar