Untuk Perempuanku

on 6.19.2012
Perempuanku. Kau tahu apa makna cinta itu. Bukan soal rasa dan asa. Tapi ada proses pendewasaan yang diajarkan kepada kita. Saat kau tak bisa menerima kenyataan secara dewasa, bukan jawaban inilah aku tapi proses dimana kau akan mengerti bahwa segala sesuatu ini hanyalah sementara. Kini aku mungkin tak bertuhan lagi tapi pembelajaran seperti itu adalah proses dimana kau akan menyadari siapa dirimu dan apa makna kehadiramu bagi orang lain. Bukankah kita pernah bertemu dan membahas tentang banyak hal. Seperti inilah aku. Meskipun kadang aku dipersalahkan tapi biarlah toh aku tetap dapat menilai bagai mana dirimu yang sebenarnya. 


Perempuanku. Kau telah tahu kebekuanku selama ini tapi mengapa kau tetap menjadi pembeku itu. Mencairlah agar aku tidak dapat mengelak ketika kau mengajakku untuk ikut dalam pencairan itu. Layaknya kisah cinta yang lain, kita hanya bermain di perasaan dan tidak pernah mencoba untuk keluar dari sini. Lihatlah ada banyak hal yang sebenarnya dapat kita lakukan termasuk menikmati kesendirian seperti yang sering aku lakukan.



Perempuanku. Kau seharusnya mengerti tentang jiwa kekasihmu. Kadang aku memilih menyendiri bukan berarti aku tak memperhatikanmu atau ingin melupakanmu tapi karena aku juga sangat menghargai kisah antara aku dan diriku. Sama seperti kau, aku tak pernah mengeluh saat harus menunggumu berjam-jam hanya untuk dandanan saja atau saat menemanimu di salon untuk mengurusi rambutmu. Aku juga tidak pernah merasa terusik saat kau jalan dengan teman-temanmu dan aku hanya tinggal dirumah. 


Untuk perempuanku yang telah menjadi bagian hidupku

0 komentar:

Posting Komentar

6.19.2012

Untuk Perempuanku

Diposting oleh Jejak Sajak di 08.39
Perempuanku. Kau tahu apa makna cinta itu. Bukan soal rasa dan asa. Tapi ada proses pendewasaan yang diajarkan kepada kita. Saat kau tak bisa menerima kenyataan secara dewasa, bukan jawaban inilah aku tapi proses dimana kau akan mengerti bahwa segala sesuatu ini hanyalah sementara. Kini aku mungkin tak bertuhan lagi tapi pembelajaran seperti itu adalah proses dimana kau akan menyadari siapa dirimu dan apa makna kehadiramu bagi orang lain. Bukankah kita pernah bertemu dan membahas tentang banyak hal. Seperti inilah aku. Meskipun kadang aku dipersalahkan tapi biarlah toh aku tetap dapat menilai bagai mana dirimu yang sebenarnya. 


Perempuanku. Kau telah tahu kebekuanku selama ini tapi mengapa kau tetap menjadi pembeku itu. Mencairlah agar aku tidak dapat mengelak ketika kau mengajakku untuk ikut dalam pencairan itu. Layaknya kisah cinta yang lain, kita hanya bermain di perasaan dan tidak pernah mencoba untuk keluar dari sini. Lihatlah ada banyak hal yang sebenarnya dapat kita lakukan termasuk menikmati kesendirian seperti yang sering aku lakukan.



Perempuanku. Kau seharusnya mengerti tentang jiwa kekasihmu. Kadang aku memilih menyendiri bukan berarti aku tak memperhatikanmu atau ingin melupakanmu tapi karena aku juga sangat menghargai kisah antara aku dan diriku. Sama seperti kau, aku tak pernah mengeluh saat harus menunggumu berjam-jam hanya untuk dandanan saja atau saat menemanimu di salon untuk mengurusi rambutmu. Aku juga tidak pernah merasa terusik saat kau jalan dengan teman-temanmu dan aku hanya tinggal dirumah. 


Untuk perempuanku yang telah menjadi bagian hidupku

0 komentar on "Untuk Perempuanku"

Posting Komentar