Kekerasan Tidak Akan selesaikan Masalah di Papua

on 6.13.2012



Wakil Ketua 1 DPR Papua, Yunus Wonda menilai dengan terjadinya sejumlah aksi kriminalitas hingga menewaskan penduduk sipil yang terjadi di Kota Jayapura maupun kabupaten lain perlu menjadi perhatian semua pihak. 

Menurutnya, siapapun tak menginginkan ini terjadi pada diri sendiri, termasuk keluarga. Namun jika memang sudah terjadi, maka yang perlu dilakukan adalah bagaimana pelaku bisa terungkap.
Ini menjadi penting agar orang bisa lebih berhati-hati dan ada bentuk keadilan, khususnya bagi keluarga korban, karena pelaku nyata diberi sanksi. Baginya ini tantangan bagi peran intelijen yang ada di Papua. Peran ini harus dimainkan secara aktif terutama menyikapi kejadian yang terjadi di dalam kota. 
“Apa yang terjadi jelas sudah meresahkan banyak pihak. Peran intelijen perlu kembali dipertajam, jika tak terdeteksi maka ini menunjukkan kelemahan,” kata Yunus.

Menurutnya jika kejadian tersebut terjadi seperti di Puncak Jaya maka bukan lagi aparat di Papua yang bekerja karena telah menjadi persoalan negara. Dari berbagai aksi yang terjadi, Yunus menyarankan agar ada pendekatan-pendekatan khusus yang dilakukan untuk mengetahui siapa pelakunya, bukan dengan cara arogansi dalam pengungkapan pelaku. Sebab satu nyawa orang Papua yang jadi korban, gemanya sampai di tingkat internasional. 

Politisi Demokrat asal Puncak Jaya ini menilai pemerintah dan aparat harus meyakinkan masyarakat di Tanah Papua untuk bisa mencintai negaranya sendiri. Hindari situasi ketakutan dan  tekanan. “Bagi saya, cara-cara kekerasan ini tidak akan menyelesaikan masalah. Kedua pihak baik aparat maupun orang sipil bersenjata harus sama-sama sadar bahwa yang berhak mencabut nyawa hanya Tuhan,” tandasnya. 

0 komentar:

Posting Komentar

6.13.2012

Kekerasan Tidak Akan selesaikan Masalah di Papua

Diposting oleh Jejak Sajak di 22.26



Wakil Ketua 1 DPR Papua, Yunus Wonda menilai dengan terjadinya sejumlah aksi kriminalitas hingga menewaskan penduduk sipil yang terjadi di Kota Jayapura maupun kabupaten lain perlu menjadi perhatian semua pihak. 

Menurutnya, siapapun tak menginginkan ini terjadi pada diri sendiri, termasuk keluarga. Namun jika memang sudah terjadi, maka yang perlu dilakukan adalah bagaimana pelaku bisa terungkap.
Ini menjadi penting agar orang bisa lebih berhati-hati dan ada bentuk keadilan, khususnya bagi keluarga korban, karena pelaku nyata diberi sanksi. Baginya ini tantangan bagi peran intelijen yang ada di Papua. Peran ini harus dimainkan secara aktif terutama menyikapi kejadian yang terjadi di dalam kota. 
“Apa yang terjadi jelas sudah meresahkan banyak pihak. Peran intelijen perlu kembali dipertajam, jika tak terdeteksi maka ini menunjukkan kelemahan,” kata Yunus.

Menurutnya jika kejadian tersebut terjadi seperti di Puncak Jaya maka bukan lagi aparat di Papua yang bekerja karena telah menjadi persoalan negara. Dari berbagai aksi yang terjadi, Yunus menyarankan agar ada pendekatan-pendekatan khusus yang dilakukan untuk mengetahui siapa pelakunya, bukan dengan cara arogansi dalam pengungkapan pelaku. Sebab satu nyawa orang Papua yang jadi korban, gemanya sampai di tingkat internasional. 

Politisi Demokrat asal Puncak Jaya ini menilai pemerintah dan aparat harus meyakinkan masyarakat di Tanah Papua untuk bisa mencintai negaranya sendiri. Hindari situasi ketakutan dan  tekanan. “Bagi saya, cara-cara kekerasan ini tidak akan menyelesaikan masalah. Kedua pihak baik aparat maupun orang sipil bersenjata harus sama-sama sadar bahwa yang berhak mencabut nyawa hanya Tuhan,” tandasnya. 

0 komentar on "Kekerasan Tidak Akan selesaikan Masalah di Papua"

Posting Komentar