Kenangan Hingga Akar Akalku

on 6.24.2012
Kembali kita bermain pada kenangan
Dan senja selalu menjadi penawar rindu gelapku
Sebab sehabis adzan ini aku kembali mengepul malam
Lalu pulang ke kumuhanku sebagai pesakitan yang menodai air mata
Hingga larut jauh kedalam sepi
Lelap dan saat kembali terjaga maka bayangan itu lagi
Ya, bayangan yang telah lama menepi
Cukup jauh menepi namun sisanya nampak sempurna sebagai kenangan

Pada hitam tabirmu
Ada pukat yang akan menggagalkan pelarianku
Sebab terlalu erat kau tambatkan kenangan hingga akar akalku
Merasuk sampai ke sukma yang terdalam
Dan pada akhirnya kembali lagi pada tabirmu

Wahai penikmat kenangan
Seperti sajak yang lalu
Kini kita telah menjadi buih dalam benih angan masa lalu
Jangan mengutuk diri dalam doa
Apa lagi mempertanyakan klausa cintaku
Karena ini bukan suatu pengharapan lagi

Kau tak akan menemukan kisah serupa dalam catatan harianku
Sebab kisah ini yang telah meludahi debuku
Mengasingkanku ketepi sesal
Sehingga aku tidak layak lagi mengenang kenangan ini


Makassar Mei 2011

0 komentar:

Posting Komentar

6.24.2012

Kenangan Hingga Akar Akalku

Diposting oleh Jejak Sajak di 09.10
Kembali kita bermain pada kenangan
Dan senja selalu menjadi penawar rindu gelapku
Sebab sehabis adzan ini aku kembali mengepul malam
Lalu pulang ke kumuhanku sebagai pesakitan yang menodai air mata
Hingga larut jauh kedalam sepi
Lelap dan saat kembali terjaga maka bayangan itu lagi
Ya, bayangan yang telah lama menepi
Cukup jauh menepi namun sisanya nampak sempurna sebagai kenangan

Pada hitam tabirmu
Ada pukat yang akan menggagalkan pelarianku
Sebab terlalu erat kau tambatkan kenangan hingga akar akalku
Merasuk sampai ke sukma yang terdalam
Dan pada akhirnya kembali lagi pada tabirmu

Wahai penikmat kenangan
Seperti sajak yang lalu
Kini kita telah menjadi buih dalam benih angan masa lalu
Jangan mengutuk diri dalam doa
Apa lagi mempertanyakan klausa cintaku
Karena ini bukan suatu pengharapan lagi

Kau tak akan menemukan kisah serupa dalam catatan harianku
Sebab kisah ini yang telah meludahi debuku
Mengasingkanku ketepi sesal
Sehingga aku tidak layak lagi mengenang kenangan ini


Makassar Mei 2011

0 komentar on "Kenangan Hingga Akar Akalku"

Posting Komentar