Ketika Legislator Mengajarkan Kiat Korupsi Tingkat Cerdas

on 6.28.2012

Hanya catatan disepotong malam ini

Setelah kembali dari acara makan malam di Kampoeng Popsa dengan pemain film Jejak-Jejak Kecil yang di sutradarai oleh Arman Dewarti.  Di Gedung Kesenian Sulawesi Selatan Societeit de Harmonie ada diskusi tidak sengaja dengan beberapa anggota dewan kota Makassar dan Badan Pengurus Gedung Keseniaan serta beberapa orang yang sering datang ke gedung peninggalan Belanda ini. 
Sebagai yang paling muda saya hanya banyak mendengar apa yang menjadi topik pembahasan mereka. Mulai dari peluncuran film di bioskop balikota siang tadi, juga menyinggung soal seniman proyek hingga gedung keseniaan yang belum tuntas pembangunannya setelah empat tahun direnovasi. Namun ada sedikit yang membuat saya taqbangka silalonna, diskusi yang tidak dimoderatori oleh sipapun ini memaksa salah satu dari anggota dewan yang datang membahas mengenai cara pelolosan anggaran. Sebenarnya tidak jadi masalah cuman dari pembahasannya, seakan beliau mengajari masyarakat untuk memperbodohi pemerintah dan bagaimana memainkan anggaran di dinas terkait.

*****

Alangkah tidak beresnya negara ini. Ketika legislator di harapkan mampu menjadi pengayom bagi masyarakat justru hadir dan mengajarkan apa yang telah mereka terima dan kerjakan. Tidak perlu heran mangapa negara ini dituding sebagai negara gagal. Karena jika melihat kelakuan legislator kita yang seperti itu maka rasanya memang benar tudingan tersebut. Bukan berarti saya sepakat namun karena saya tidak punya alasan untuk tidak membenarkan. 
Tuhan sebenarnya adil cuman kadang manusilah yang mengadili Tuhan. Bahkan di tempat seperti gedung kesenian ini, praktek pengajaran korupsi juga berlaku. Bukan tidak mungkin kelak para seniman hanya akan sibuk mengurusi proyeknya saja dan melupakan apa sebenarnya tujuan dari berkeseniaan itu. Imbasnya kelak akan terjadi proses regenerasi yang tidak sehat dikalangan para seniman. Semoga saja catatan ini hanyalah ketakutanku saja atau mungkin juga memang itu sudah terjadi dan mungkin saja aku yang memang terlalu paranoid menanggapinya. Entahlah.

0 komentar:

Posting Komentar

6.28.2012

Ketika Legislator Mengajarkan Kiat Korupsi Tingkat Cerdas

Diposting oleh Unknown di 12.16

Hanya catatan disepotong malam ini

Setelah kembali dari acara makan malam di Kampoeng Popsa dengan pemain film Jejak-Jejak Kecil yang di sutradarai oleh Arman Dewarti.  Di Gedung Kesenian Sulawesi Selatan Societeit de Harmonie ada diskusi tidak sengaja dengan beberapa anggota dewan kota Makassar dan Badan Pengurus Gedung Keseniaan serta beberapa orang yang sering datang ke gedung peninggalan Belanda ini. 
Sebagai yang paling muda saya hanya banyak mendengar apa yang menjadi topik pembahasan mereka. Mulai dari peluncuran film di bioskop balikota siang tadi, juga menyinggung soal seniman proyek hingga gedung keseniaan yang belum tuntas pembangunannya setelah empat tahun direnovasi. Namun ada sedikit yang membuat saya taqbangka silalonna, diskusi yang tidak dimoderatori oleh sipapun ini memaksa salah satu dari anggota dewan yang datang membahas mengenai cara pelolosan anggaran. Sebenarnya tidak jadi masalah cuman dari pembahasannya, seakan beliau mengajari masyarakat untuk memperbodohi pemerintah dan bagaimana memainkan anggaran di dinas terkait.

*****

Alangkah tidak beresnya negara ini. Ketika legislator di harapkan mampu menjadi pengayom bagi masyarakat justru hadir dan mengajarkan apa yang telah mereka terima dan kerjakan. Tidak perlu heran mangapa negara ini dituding sebagai negara gagal. Karena jika melihat kelakuan legislator kita yang seperti itu maka rasanya memang benar tudingan tersebut. Bukan berarti saya sepakat namun karena saya tidak punya alasan untuk tidak membenarkan. 
Tuhan sebenarnya adil cuman kadang manusilah yang mengadili Tuhan. Bahkan di tempat seperti gedung kesenian ini, praktek pengajaran korupsi juga berlaku. Bukan tidak mungkin kelak para seniman hanya akan sibuk mengurusi proyeknya saja dan melupakan apa sebenarnya tujuan dari berkeseniaan itu. Imbasnya kelak akan terjadi proses regenerasi yang tidak sehat dikalangan para seniman. Semoga saja catatan ini hanyalah ketakutanku saja atau mungkin juga memang itu sudah terjadi dan mungkin saja aku yang memang terlalu paranoid menanggapinya. Entahlah.

0 komentar on "Ketika Legislator Mengajarkan Kiat Korupsi Tingkat Cerdas"

Posting Komentar