Aku Masih Berdiri Menopang Rembulan

on 5.24.2012
Malam menghampiri
Rindu dan cinta memadu dalam dingin
Adakah kesetiaan dalam jiwa yang kosong
Aku telah lama hilang
Dari aura jiwa yang selalu menyelubungi sesal
Kemana kaki menapak setelah kaku
Dan kehampaan selalu menjadi kekeringan
Di taman setia Aku masih berdiri menopang rembulan
Biarlah cahaya menebar dan aku hanya menjadi penikmat senyummu
Setelah lelah rembulan bisa saja mencari penopang yang lain
Dan aku menjadi kisah yang terlupakan
Kisah yang mengusang dalam kenangan
Kisah yang retak dalam bentuk cekung
Dan aku sekali lagi menjadi penjawab dari sesal
Di taman setia
Aku masih berdiri menopang rembulan
Biarlah aku menepi dari cahaya
Setelah lelah aku tetap menolak menjadi penyesal


Makassar 23 Mei 2012

0 komentar:

Posting Komentar

5.24.2012

Aku Masih Berdiri Menopang Rembulan

Diposting oleh Jejak Sajak di 15.39
Malam menghampiri
Rindu dan cinta memadu dalam dingin
Adakah kesetiaan dalam jiwa yang kosong
Aku telah lama hilang
Dari aura jiwa yang selalu menyelubungi sesal
Kemana kaki menapak setelah kaku
Dan kehampaan selalu menjadi kekeringan
Di taman setia Aku masih berdiri menopang rembulan
Biarlah cahaya menebar dan aku hanya menjadi penikmat senyummu
Setelah lelah rembulan bisa saja mencari penopang yang lain
Dan aku menjadi kisah yang terlupakan
Kisah yang mengusang dalam kenangan
Kisah yang retak dalam bentuk cekung
Dan aku sekali lagi menjadi penjawab dari sesal
Di taman setia
Aku masih berdiri menopang rembulan
Biarlah aku menepi dari cahaya
Setelah lelah aku tetap menolak menjadi penyesal


Makassar 23 Mei 2012

0 komentar on "Aku Masih Berdiri Menopang Rembulan"

Posting Komentar