Kemurnian Malino Membuta

on 5.06.2012
Sejuk hawa kemurnian Malino membuta
Dingin dan membekukan segalanya
Termasuk tatapanku yang bisu dan kemaluanku yang membeku
Aku karangkan rangkaian melati merah dan putih dalam fikiranku
Tentang warna dan hidup
Tentang gerak dan kepalsuan
Ayunan besi bergerak mengikuti haluan takdir
Bersamaan udara dingin yang kutahan dibawah pusarku
Aku terpaksa mengikuti meski bukan keikutanku
Rintik yang aku kenal sebagai embun turun membedakan antara sejuk dan dingin

Aku mulai hilang disapu kabut
Hilang arah dan kiblatku
Aku tinggalkan namaku
Mempersilahkan sajak kelak mengenangku
Mengenang kepalsuan hidupku
Ini bukan aku yang semestinya
Tapi inilah aku yang aku akukan sebagai aku
Bahkan kau mengira akulah aku
Aku hilang dalam hidupku

Dari puncak malino aku mendesah pada jiwaku
Kerumunan kabut mengerti akan kekosonganku
Karena Tuhan mematok harga pada sebuah jalan.
Dan nisanku tak berumur lebih banyak lagi

Malam Sepi di Puncak Malino , Mei 2012

0 komentar:

Posting Komentar

5.06.2012

Kemurnian Malino Membuta

Diposting oleh Jejak Sajak di 05.11
Sejuk hawa kemurnian Malino membuta
Dingin dan membekukan segalanya
Termasuk tatapanku yang bisu dan kemaluanku yang membeku
Aku karangkan rangkaian melati merah dan putih dalam fikiranku
Tentang warna dan hidup
Tentang gerak dan kepalsuan
Ayunan besi bergerak mengikuti haluan takdir
Bersamaan udara dingin yang kutahan dibawah pusarku
Aku terpaksa mengikuti meski bukan keikutanku
Rintik yang aku kenal sebagai embun turun membedakan antara sejuk dan dingin

Aku mulai hilang disapu kabut
Hilang arah dan kiblatku
Aku tinggalkan namaku
Mempersilahkan sajak kelak mengenangku
Mengenang kepalsuan hidupku
Ini bukan aku yang semestinya
Tapi inilah aku yang aku akukan sebagai aku
Bahkan kau mengira akulah aku
Aku hilang dalam hidupku

Dari puncak malino aku mendesah pada jiwaku
Kerumunan kabut mengerti akan kekosonganku
Karena Tuhan mematok harga pada sebuah jalan.
Dan nisanku tak berumur lebih banyak lagi

Malam Sepi di Puncak Malino , Mei 2012

0 komentar on "Kemurnian Malino Membuta"

Posting Komentar