Kun!

on 2.28.2014
Enam puluh hari sebelum kiamat tiba
Isa turun ke bumi - ah, mungkin Yesus, Sangkala, atau Bagong
terserah, tidak penting siapa gerangan
katanya, ia bertugas membantah mata satu
dan menolong orang-orang dari fitnah menyesatkan

Kita pernah berpelukan di sebuah bukit
pohon akasia rimbun berdiri tegak, ia ikhlas mematahkan daunnya
kemudian kita menyulamnya menjadi ranjang
di hadapan paus agung yang berdoa kepada kepada hari minggu
kita bercinta dengan puas, juga buas

Setelah tak bisa lagi mengucapkan sepatah kata
dengan gigimu yang tajam, kau runcingkan sebuah tangkai
menusuk kemaluanku dan menikam jantungmu
kita baring, berdua, dengan mata pejam
kau tahu, pada bagian ini, aku merasa lebih romantis dari kisah manapun
termasuk, romeo dan juliet
setelah kematian kita, akasia tegak itu meleleh menjadi selimut
menutup tubuh telanjang kita

Dajjal yang bertugas mewakili tuhan untuk memfitnah manusia,
tiba di hadapan kita
dengan mata satunya, ia menyihir tubuhmu menjadi pohon akasia baru
dan ia rampingkan tubuhku lalu menjadikannya akar untukmu
ia mengabarkan kepada khalayak ramai
tentang kisah dua orang pezina yang dihukum tuhan di atas bukit
lalu, penyelamat yang aku lupa namanya itu, mendatangi kita
ia berdoa kepada tuhan
atas nama cinta, aku meminta kepadamu
janganlah tibakan kiamat buat mereka berdua

Tuhan kemudian menyehatkan tubuh kita dari kematian
tapi, kisah yang panjang ini harus kau akhiri
kau pergi bersama dajjal itu, sedangkan aku, membangun rumah di atas bukit
mungkin, penyelamat itu suka membuat orang-orang menyendiri

dan aku tahu, selamat yang sebenarnya adalah kiamat

0 komentar:

Posting Komentar

2.28.2014

Kun!

Diposting oleh Jejak Sajak di 06.47
Enam puluh hari sebelum kiamat tiba
Isa turun ke bumi - ah, mungkin Yesus, Sangkala, atau Bagong
terserah, tidak penting siapa gerangan
katanya, ia bertugas membantah mata satu
dan menolong orang-orang dari fitnah menyesatkan

Kita pernah berpelukan di sebuah bukit
pohon akasia rimbun berdiri tegak, ia ikhlas mematahkan daunnya
kemudian kita menyulamnya menjadi ranjang
di hadapan paus agung yang berdoa kepada kepada hari minggu
kita bercinta dengan puas, juga buas

Setelah tak bisa lagi mengucapkan sepatah kata
dengan gigimu yang tajam, kau runcingkan sebuah tangkai
menusuk kemaluanku dan menikam jantungmu
kita baring, berdua, dengan mata pejam
kau tahu, pada bagian ini, aku merasa lebih romantis dari kisah manapun
termasuk, romeo dan juliet
setelah kematian kita, akasia tegak itu meleleh menjadi selimut
menutup tubuh telanjang kita

Dajjal yang bertugas mewakili tuhan untuk memfitnah manusia,
tiba di hadapan kita
dengan mata satunya, ia menyihir tubuhmu menjadi pohon akasia baru
dan ia rampingkan tubuhku lalu menjadikannya akar untukmu
ia mengabarkan kepada khalayak ramai
tentang kisah dua orang pezina yang dihukum tuhan di atas bukit
lalu, penyelamat yang aku lupa namanya itu, mendatangi kita
ia berdoa kepada tuhan
atas nama cinta, aku meminta kepadamu
janganlah tibakan kiamat buat mereka berdua

Tuhan kemudian menyehatkan tubuh kita dari kematian
tapi, kisah yang panjang ini harus kau akhiri
kau pergi bersama dajjal itu, sedangkan aku, membangun rumah di atas bukit
mungkin, penyelamat itu suka membuat orang-orang menyendiri

dan aku tahu, selamat yang sebenarnya adalah kiamat

0 komentar on "Kun!"

Posting Komentar